You can do it! more..more..

Salah satu destinasi favorit aku selain laut adalah gunung. Banyak pohon ijo-ijo bikin adem mata, hawa dingin meski tanpa AC, makanan enak(efek udara sih, adem2 pasti bawaannya laper) dan cenderung sepi sehingga cocok untuk semedi *loh. Gak ada alasan buat gak suka pegunungan buatku.

Pengalaman menarik buatku bukanlah saat sudah sampe di atas gunung, tapi prosesnya. Jalan yang berliku, tanjakan yang tajam, perbedaan atmosfer antara dunia atas(masuk pegunungan) dan dunia bawah (kota), hingga lucunya transportasi darat yang berusaha nanjak atau ngerem biar gak tergelincir.

Sebelum melakukan perjalanan aku sering sekali melihat ke arahnya dan bilang “jauh juga ya, dari sini sih cuma keliatan gundukan”. Dan ku putuskan untuk berangkat. Perlahan motorku(genk motor nih) mulai ke arahnya, semakin lama semakin dekat, semakin lama semakin jelas. Yang awalnya aku cuma lihat satu gunung hingga terlihatlah beberapa gunung. Ku lanjutkan perjalanan, semakin nanjak semakin kurasa perbedaan atmosfer hingga aku bisa lebih dekat dengannya dan ternyata gunung itu bukan cuma gundukan, tapi dikelilingi pepohonan. Aku lanjutkan kembali, semakin nanjak dan aku gak melihat ada gunung lagi, aku pikir “salah jalan?”. Tapi setelah melanjutkan perjalanan 100m, aku sadar aku sudah di atas gunung dan jalanan mulai menurun. Dari atas aku bisa lihat perkotaaan, persawahan dan macam-macam tapi aku lebih fokus ke jalan “menuruni gunung itu ngeri”. Aku turuni jalanan itu perlahan dan aku sampai dibawah dan lagi-lagi aku melihat gunung itu hanya sebuah gundukan tanpa kejelasan “motif”.

Aku teringat sesuatu :

“Mimpimu itu seperti mendaki gunung dan yang perlu kamu lakukan bukan hanya melihatnya dari kejauhan tapi mendekatinya hingga kamu sadar, kamu bukan lagi dalam tahap melihat mimpi tapi kamu sudah berada di puncak mimpi itu”

Mimpi itu bukan cuma untuk dicatet, disimpan dalam notes kemudian terlupakan. No, mimpi itu perlu diberi aksi, supaya bereaksi atas hidupmu. Tanpa aksi ya mimpi atau cita-citamu tak lebih dari mimpi di siang bolong. Kalo istilah wong jowo kuwi “percum tak bergun” alias percuma dan tak berguna.

Kalo saat ini kamu rasa mustahil, lakukan lagi dari awal, terasa berat, tembus keterbatasanmu, lelah, istirahat bolehlah tapi kembali fokus. Jalani terus hingga tanpa kamu sadari mimpi itu sudah ada di tanganmu. Dan, ulangi kembali dari tahap awal dengan meraih mimpi-mimpi yang baru.

Regards, cewek yang hobi cari gunung dan foto awan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s