Movie &Book Review “Critical Eleven”

Movie

Aku bukan penggemar film bergenre romance, kecuali romance ala-ala disney. Karna film romance itu kebanyakan gak realistis. Tapi begitu tau akan dirilis film “Critical Eleven”, aku excited banget. Bukan karna sudah baca bukunya(blm baca bahkan baru tau ada bukunya), tapi aktor dan aktrisnya jempolan semua. Dan aku putuskan buat nonton dan tidak baca review atau terlalu kepo, cuma liat rating doang di rottentomatoes dan trailer doang.

Kesan pertama film Critical Eleven, digarap serius! Dan bener-bener ‘serious’ romance. Dari pemilihan aktor dan aktris, cerita, cara pengambilan gambar, lokasi syuting sampe soundtrack. Gila lah, gak pernah aku sepuas ini dg genre romance, film indo pula.

Oke pertama, aktor sekelas Reza Rahardian si Mr. ‘dia lagi dia lagi’, kayanya gak pernah main-main kalo pilih film dan peran. Sebut aja jadi Habibie dan Bossman yang nyebelin itu, dia telan mentah dan keluarin mateng alias totalitas, ibarat kaya steak medium well. Gambaran Ale yg dia mainkan itu sempet bikin aku gundah gulana “ada gak ya lelaki serealistis itu tapi juga berperasaan di dunia nyata” haha. Dan, Adinia Wirasti sebagai Anya. Acting Nya totally Awesome. Terpikat oleh pesona karmen di AADC, dan Mbakyu di CTS, di film ini Asti makin gila! Apa yang dia perankan bener2 kaya relate ke aku. Dada sesek liat ni orang 😭. Dan aktor+aktris senior sekelas Slamet Rahardjo dan Widyawati yg aduuuhh, keren lah. Buatku ada 1 org scene stealer tapi maaf dalam arti buruk, Dwi Sasono. Dia pasti berusahalah serius jadi dokter, cuma image Mas Adi yg nempel di kepalaku, jadi kebawa lucu dan sayang sekali tawa itu muncul di scene penting dan agak merusak (ini kenapa mengubah image itu gak gampang).

Cerita, semuanya realistis dan keren. Di awal aku dibawa baper ke romansa Ale dan Anya, senyum tipis bayangin manisnya pertemuan mereka dan sedikit ‘nakal’nya Ale. Paruh kedua sampai ending dibawa baper negatif, merasakan perasaan mereka, sayang tapi marah, mau menyerah tapi sayang, apa yang dipikir gak bisa dikatakan dan perasaan2 aneh lainnya. Konflik yang terjadi juga realistis banget, itu membuktikan bahwa dalam pernikahan, cinta itu gak cukup. Harus ada komitmen dan menjalani suka dan duka bersama(ada alasan kenapa di bold). Mungkin dalam pernikahan kamu punya sejuta alasan untuk mengakhirinya, tapi ada satu alasan untuk tetap bersama. Pengambilan gambarnya juga jempolan, pemilihan lokasi syuting di New York itu juga keren, Central Park tetep favorit.

Dan terakhir, Soundtrack. Lagu ‘New York’ cukup menggambarkan  sweet dan serunya disana. Dan Official Soundtrack, Isyana Sarasvati berhasil bikin lagu yg mellow abis. Tiap dengerin lagunya, langsung kebawa bapernya film. Pemilihan piano dan string juga awesome sih. Pas.

Rating : 4,3/5
Buku

Entah apa yang harus aku diceritakan untuk mendeskripsikan buku ini. Kalo kalian sudah nonton filmnya dan bilang filmnya keren, aku jamin bukunya berkali-kali lipat lebih keren dari filmnya. Bikin baper?? Buangeeett!! Intinya, dari halaman pertama baca pasti pengen ngelanjutin terus tanpa jeda. Aku habiskan dalam 5jam. Baca, baper, berhenti bentar, atur nafas, baca lagi, baper lagi, cari tissue, baca lagi dan seterusnya.

Setahunan ini jarang banget baca novel. Kesanku ketika baca ini adalah keren. Dari awal kita sudah dibawa untuk berpikir dari kedua sisi tokoh, hanya Ale dan Anya. Apa yang Ale pikirkan, semua dikupas begitu dalam dan juga apa yang Anya rasakan,kata demi kata terasa begitu real. Alurnya juga maju mundur semacam flashback gitu. Jadi pas baca kudu bener-bener konsentrasi. Awalnya aku agak bingung sih tapi setelah 5 halaman sudah mulai paham dan menikmati hingga akhir.

Ika Natassa bener-bener berbakat. Gak gampang bikin buku yang kalo dibaca itu gak ngebosenin. Gak gampang bikin buku yang kalo dibaca itu kita bener-bener relate tanpa mikir impossible. Karakter Ale dan Anya yang dia bangun juga begitu kuat sampai pembaca akan terpisah jadi dua kubu #TeamAle dan #TeamAnya, meskipun saya pribadi adalah #TeamAleAnya. Kenapa? Karena Ale itu contoh lelaki idaman(buatku sih) dan Anya adalah perempuan sama kaya aku yang kadang bingung harus berbuat apa ketika pikiran dan hati gak sejalan haha. Namanya juga cewek!

Review : 4,7/5 (totally i love this book) 

Aku kutip beberapa quotes dari buku ya. Please jangan baper berlebihan. Karna baper bikin laper dan laper bikin gendut.

“Nya, waktu itu kamu pernah cerita kan kalau lagi presentasi ttg strategi ke klien, kamu selalu bilang begitu kita mulai sepakat untuk menjalankan suatu strategi, we have to bet everything in it, harus total, anggap kita sudah menyeberang jembatan kemudian jembatannya itu kita bakar. There’s no turning back. There’s no chickening out in thr middle and go back. This is it. Aku ke kamu juga begitu, Nya. Dengan kamu, aku sudah bakar jembatan, Nya. I’ve burned my bridges. There’s no turning back. There’s only going forward, with you. So marry me?”

“Nya, orang yang membuat kita paling terluka biasanya adalah orang yang memegang kunci kesembuhan kita”

Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis dalam pesawat – tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing – karena secara statistik 80% kecelakaan pesawat terjadi dalam rentang waktu tersebut. In a way, its kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah – delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tsb jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu atau justru menjadi perpisahan.

“Bapak Aldebaran Risjad, dari semua orang di dunia ini, kamu satu-satunya orang yang gak mungkin nyakitin aku”


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s